Bengkulu – Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersama Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, resmi meluncurkan Lomba Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) tingkat Kota Bengkulu tahun 2025. Kegiatan peluncuran berlangsung di RT 08, RW 02, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, dan dihadiri berbagai unsur masyarakat.
Hidupkan Kembali Budaya Pos Kamling
Dalam sambutannya, Dedy menegaskan lomba ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali budaya pos kamling yang selama ini mulai pudar. Ia menilai keberadaan pos kamling bukan hanya tradisi, melainkan juga kebutuhan nyata untuk menjaga keamanan lingkungan.
“Kegiatan ini kita lakukan agar Kota Bengkulu bebas dari tindak kriminal. Pos kamling bukan hal baru, tetapi tahun ini kita selaraskan dengan instruksi Menteri Dalam Negeri untuk kembali mengaktifkan kegiatan siskamling,” ujar Dedy.
Baca Juga : Warga dan TNI Gotong Royong Sambut HUT TNI
Apel Akbar Jadi Pembukaan Resmi
Meski baru sebatas soft launching, Dedy memastikan kegiatan akan dilanjutkan dengan apel akbar sebagai tanda pembukaan resmi. Apel tersebut akan melibatkan RT, RW, Linmas, TNI, Polri, dan elemen masyarakat lainnya. Lokasi apel direncanakan berlangsung di kawasan Merah Putih.
“Kami ingin seluruh unsur masyarakat ikut merasakan pentingnya kegiatan ini. Keamanan lingkungan tidak bisa berjalan jika hanya diserahkan ke aparat. Warga juga harus menjadi garda terdepan,” kata Dedy.
Hadiah Ratusan Juta untuk Pemenang
Untuk memotivasi warga, Pemkot Bengkulu menyiapkan hadiah dengan total ratusan juta rupiah. Kompetisi digelar di tingkat kecamatan dengan rincian hadiah Juara I Rp5 juta, Juara II Rp4 juta, Juara III Rp3 juta, dan Juara Umum Rp10 juta.
Selain hadiah, peserta terbaik juga mendapat kesempatan mewakili Kota Bengkulu di ajang lomba siskamling tingkat Provinsi Bengkulu. Jika berhasil, mereka akan maju ke tingkat nasional.
“Saya ingin perwakilan Provinsi Bengkulu berasal dari Kota Bengkulu. Karena itu, saya minta seluruh pos kamling benar-benar aktif dan mengayomi masyarakat. Setiap RT harus mendirikan pos kamling,” tegasnya.
Baca Juga : Januari-Juli, Perjalanan Wisata Bengkulu Capai 4,33 Juta
Penilaian Tekankan Keaktifan dan Kebersihan
Dedy menambahkan, penilaian lomba tidak hanya menyoroti keaktifan pos kamling, tetapi juga dampaknya terhadap keamanan serta kebersihan lingkungan. Ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas sampah.
“Kota ini milik kita bersama. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Termasuk pos kamling juga harus menjaga kebersihan. Jangan sampai ada warga yang membuang sampah sembarangan, apalagi tengah malam,” pungkasnya.
Warga Antusias Menyambut
Peluncuran lomba ini mendapat sambutan positif dari warga Sukarami. Sejumlah tokoh masyarakat menilai program tersebut tidak hanya menumbuhkan rasa aman, tetapi juga mempererat persatuan antarwarga. Dengan adanya pos kamling yang aktif, mereka merasa lebih tenang menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan.






