FolderBengkulu – Pemerintah Tangani Kasus Balita Cacingan di Seluma dengan Pendekatan Medis dan Sosial. Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Kementerian Kesehatan bergerak cepat menangani kasus dua balita yang menderita cacingan di Desa Sungai Petai, Kabupaten Seluma, Bengkulu. Langkah cepat ini menegaskan bahwa kesehatan anak tetap menjadi prioritas utama pemerintah.
Asisten Deputi Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Kemenko PMK, Linda Restaningrum, menyampaikan bahwa kedua anak tersebut sudah mendapat penanganan medis langsung. Pemerintah juga terus memantau kondisi mereka di rumah sakit agar proses pemulihan berjalan baik.
“Kedua anak telah ditangani secara medis dan kami terus memantau perkembangan kondisinya di rumah sakit,” ujar Linda dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/9).
Pemerintah Turun Langsung ke Rumah Sakit
Begitu mendapat informasi terkait kondisi tersebut, Linda langsung mendatangi kedua pasien. Ia menjenguk Khairani Nur Sabrina (1 tahun 8 bulan) yang kini dirawat intensif di RSUD dr. M. Yunus Bengkulu. Selain itu, ia juga melihat kondisi Aprilian (4 tahun) yang menjalani perawatan di RSU Ummi Bengkulu.
Baca Juga : DPD RI dan Kementan Sepakat Dorong Hilirisasi Perkebunan
Menurut hasil diagnosa medis, kedua pasien mengalami bronkopneumonia, anemia, gizi buruk, serta infeksi cacing Ascaris. Tim medis telah memberikan terapi obat, perawatan intensif, dan pengawasan ketat sesuai arahan dokter spesialis.
Penanganan Tidak Hanya Medis
Linda menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada perawatan medis, tetapi juga menyelesaikan akar persoalan dari sisi keluarga dan lingkungan. Langkah ini diambil agar kasus serupa bisa dicegah di kemudian hari.
“Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Baznas segera berkolaborasi untuk melakukan bedah rumah serta perbaikan sanitasi. Selain itu, BKKBN melalui program orang tua asuh juga sudah mendapatkan orang tua asuh bagi kedua anak tersebut,” jelas Linda.
Dengan pendekatan lintas sektor ini, pemerintah berharap kualitas hidup keluarga pasien meningkat. Upaya ini juga menjadi bentuk nyata keseriusan pemerintah dalam menjamin kesehatan, tumbuh kembang, dan masa depan anak-anak di wilayah rentan.
Pentingnya Edukasi Lingkungan Sehat
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menambahkan bahwa pola hidup bersih dan lingkungan sehat menjadi kunci utama untuk mencegah kasus cacingan.
Baca Juga : Wali Kota Bengkulu Luncurkan Lomba Siskamling 2025
“Yang penting adalah higienis. Kita harus terus menyosialisasikan perilaku hidup bersih kepada masyarakat. Masalah higienitas dan gizi akan selalu menjadi faktor penting dalam pencegahan kasus seperti ini,” tegas Dante.
Ia menjelaskan bahwa kasus cacingan tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan akibat kebiasaan tidak sehat yang terjadi dalam jangka waktu lama. Karena itu, masyarakat harus menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan pola makan, serta memastikan anak-anak mendapat asupan gizi seimbang.
Harapan ke Depan
Dengan penanganan cepat, dukungan lintas sektor, dan keterlibatan masyarakat, pemerintah berharap kasus serupa dapat dicegah. Kolaborasi antara pusat, daerah, dan lembaga sosial diyakini mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Bengkulu, khususnya di wilayah pedesaan yang rawan persoalan sanitasi.






