Bengkulu – Wakil Gubernur Bengkulu Mian memastikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan berkunjung ke Bengkulu pada 12 September 2025. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi penerapan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan Pulau Enggano dan Pelabuhan Pulau Baai.
Menurut Mian, kunjungan AHY semula dijadwalkan pada 9 September 2025. Namun, agenda tersebut mengalami penyesuaian.
“Ada reschedule (perubahan jadwal), tetapi Insya Allah Pak Menko AHY tetap datang pada 12 September 2025,” kata Mian di Bengkulu, Selasa (9/9/2025).
Ia menjelaskan, rangkaian kunjungan pemerintah pusat diawali dengan kedatangan Wakil Menteri Transmigrasi pada 9–10 September 2025. Wamen Transmigrasi meninjau Kawasan Transmigrasi Mandiri (KTM) Lagita di Kabupaten Bengkulu Utara serta Kawasan Kedurang di Kabupaten Bengkulu Selatan.
“Dua hari di sini untuk melihat kondisi kawasan transmigrasi. Kemudian pada 12 September 2025, Menko AHY bersama sejumlah jajaran kementerian datang ke Bengkulu untuk evaluasi penerapan Inpres,” imbuhnya.
Fokus Evaluasi Pembangunan Pulau Enggano
Mian menyebut, AHY akan hadir bersama 13 kementerian terkait untuk melakukan evaluasi sejumlah program pembangunan di Bengkulu. Agenda tersebut menitikberatkan pada pembangunan Pelabuhan Pulau Baai di Kota Bengkulu dan percepatan pembangunan Pulau Enggano sebagai pulau terluar Indonesia.
“Apa yang dilakukan di Pulau Enggano dan Provinsi Bengkulu sangat penting. Pembangunan pelabuhan, kawasan transmigrasi, hingga dukungan potensi Enggano menjadi fokus evaluasi pemerintah pusat,” ujar Mian.
Baca Juga : Perbaikan Jalan Ciliwung Lempuing Dihotmix
Instruksi Presiden Prabowo Subianto tentang percepatan pembangunan Pulau Enggano dan normalisasi Pelabuhan Pulau Baai diteken pada Juni 2025. Inpres ini lahir sebagai solusi darurat setelah Pelabuhan Pulau Baai sempat terisolasi akibat pendangkalan alur selama Maret–Juni 2025.
Pendangkalan tersebut menghentikan aktivitas distribusi orang dan barang dari dan ke Bengkulu. Dampaknya, Pulau Enggano sebagai pulau terluar Indonesia juga ikut terisolasi, karena akses utama menuju Enggano hanya melalui jalur laut dari Pelabuhan Pulau Baai.
Selain kapal penyeberangan, Enggano hanya dilayani penerbangan perintis yang tidak rutin. Hal ini membuat keberadaan Pelabuhan Pulau Baai menjadi sangat krusial.
Normalisasi Pelabuhan Lebih Cepat dengan Inpres
Dengan adanya Inpres 12/2025, Pelindo bersama pihak terkait dapat bergerak lebih cepat melakukan pengerukan alur pelabuhan. Proses normalisasi tidak lagi terhambat regulasi berbelit seperti pada kondisi normal.
Baca Juga : Program Kota Bengkulu Fokus pada Pelayanan ke Masyarakat
“Inpres memberikan keleluasaan dan kemudahan, sehingga pengerukan bisa lebih cepat,” jelas Mian.
Namun, masa berlaku Inpres 12/2025 telah berakhir pada 31 Agustus 2025. Karena itu, kunjungan AHY bersama kementerian terkait diharapkan dapat menghasilkan langkah lanjutan agar program pembangunan strategis di Bengkulu, khususnya Pulau Enggano dan Pelabuhan Pulau Baai, terus berjalan.
Harapan Daerah
Pemerintah Provinsi Bengkulu menaruh harapan besar pada kunjungan AHY. Evaluasi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan laporan, tetapi juga keputusan nyata untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Bengkulu.
“Kami ingin program ini berkelanjutan, sehingga akses ke Pulau Enggano semakin baik dan Pelabuhan Pulau Baai benar-benar menjadi pintu gerbang utama perdagangan Bengkulu,” pungkas Mian.






