Bengkulu – Pemerintah pusat melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menyalurkan bantuan senilai Rp 15,3 miliar untuk memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi di Provinsi Bengkulu. Dana yang bersumber dari APBN 2025 itu difokuskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menjelaskan bahwa bantuan tersebut akan dialokasikan ke sejumlah titik transmigrasi strategis. Di antaranya adalah kawasan Pulau Enggano yang merupakan pulau terluar Indonesia di Samudera Hindia, serta kawasan transmigrasi Lagita di Kecamatan Ketahun, Bengkulu Utara.
“Bantuan ini mencakup pembangunan infrastruktur dasar, sarana prasarana, penyediaan air bersih, hingga akses jalan desa yang sangat dibutuhkan masyarakat transmigran,” ujar Viva saat meninjau kawasan transmigrasi di Bengkulu, Selasa (9/9/2025).
Viva menekankan pentingnya pembangunan akses jalan di kawasan transmigrasi. Menurutnya, jalan dengan status nonformal hanya bisa dibangun oleh Kementerian Transmigrasi.
Baca Juga : Menko AHY ke Bengkulu evaluasi penerapan Inpres Pulau Enggano
“Hal ini sangat penting agar percepatan pembentukan ekonomi baru di desa-desa transmigrasi berjalan optimal. Jalan nonstatus hanya bisa dibangun oleh Kementerian Transmigrasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, jalan yang berstatus kabupaten, provinsi, maupun nasional akan tetap menjadi kewenangan instansi terkait sesuai regulasi. Dengan demikian, sinergi antarlembaga menjadi kunci agar pembangunan tidak tumpang tindih.
Harapan Gubernur Bengkulu
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyambut positif langkah pemerintah pusat. Ia menilai bantuan tersebut bisa memberi dampak langsung terhadap pembangunan ekonomi daerah.
“Sekarang pertumbuhan ekonomi di Bengkulu terbaik, penurunan kemiskinan ekstrem juga terbaik. Dengan majunya kawasan transmigrasi, saya yakin pertumbuhan ekonomi kabupaten dan provinsi akan semakin meningkat,” kata Helmi penuh optimisme.
Ia berharap keberlanjutan program transmigrasi tidak hanya menyasar infrastruktur, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia agar masyarakat mampu memanfaatkan fasilitas secara maksimal.
Apresiasi serupa juga disampaikan Bupati Bengkulu Utara Arie Septiadinata. Ia menilai bantuan senilai Rp 15,3 miliar tersebut sangat berarti, terutama untuk menunjang kebutuhan dasar warga di wilayahnya.
Baca Juga : Perbaikan Jalan Ciliwung Lempuing Dihotmix
“Terima kasih atas bantuan Rp 5,3 miliar ditambah Rp 100 juta. Semoga ini benar-benar berpengaruh positif terhadap sarana-prasarana seperti irigasi, infrastruktur lingkungan, dan jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat untuk menunjang pertumbuhan ekonomi Bengkulu Utara,” ungkap Arie.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Turunkan Kemiskinan
Program pembangunan kawasan transmigrasi di Bengkulu tidak hanya ditujukan untuk membuka akses wilayah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, arus distribusi barang dan jasa dapat berjalan lebih lancar.
Selain itu, keberadaan fasilitas dasar seperti air bersih, jalan desa, dan irigasi akan langsung meningkatkan produktivitas masyarakat transmigrasi, terutama di sektor pertanian dan perkebunan. Hal ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Bengkulu di masa depan.






