Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Dinsos Rejang Lebong Bina 18 Gelandangan dan Pengemis

Skintific

BENGKULU – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, bekerja sama dengan Satpol-PP, menggelar razia terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) yang beroperasi di wilayah tersebut. Hasil operasi berhasil menjaring 18 orang gepeng yang kemudian langsung dibawa untuk menjalani pembinaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Rejang Lebong, Lince Malini, menjelaskan pembinaan berlangsung selama tiga hari. Setelah itu, mereka akan dikembalikan kepada orang tua atau dikirim kembali ke daerah asal masing-masing. “Kami ingin memastikan mereka tidak lagi kembali ke jalan untuk mengemis. Karena itu, pembinaan menjadi langkah awal sebelum pengembalian,” jelasnya, Senin (22/9/2025).

Skintific

Rincian Gepeng yang Terjaring

Lince menyebutkan dari 18 orang tersebut, 10 merupakan anak-anak, sementara 8 lainnya sudah dewasa. Anak-anak menjadi perhatian khusus karena kerentanannya terhadap eksploitasi di jalanan.

“Dari sepuluh anak, sembilan sudah memiliki orang tua asuh. Satu orang lainnya merupakan penyandang tuna rungu dan langsung kami serahkan kembali kepada keluarganya,” ujar Lince. Ia menambahkan, langkah ini diambil agar anak-anak tersebut bisa tumbuh dalam lingkungan yang lebih baik dan terlindungi.

Baca Juga : Disdikbud Rejang Lebong Pendataan Anak Putus Sekolah

Mengganggu Ketertiban Kota

Ternyata Begini.. Dinsos Imbau Jangan Beri Uang ke Gelandangan dan Pengemis,

Razia dilakukan setelah banyak laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan gepeng di sejumlah titik lampu merah. Menurut Lince, aktivitas meminta-minta di jalan tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga merusak keindahan kota.

“Keberadaan mereka di persimpangan jalan menimbulkan keresahan masyarakat. Selain mengganggu lalu lintas, pemandangan kota juga menjadi kurang nyaman,” jelasnya. Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keteraturan kota melalui penertiban rutin.

Program Pembinaan dan Pendidikan

Sebagai tindak lanjut, Dinsos memastikan anak-anak yang terjaring tidak hanya dilepaskan begitu saja. Mereka akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan agar tidak kembali ke jalanan. Bahkan, lima anak telah dipersiapkan mengikuti program pendidikan di Sekolah Rakyat, yang dijadwalkan beroperasi tahun depan.

Baca Juga :  BKSDA Bengkulu waspadai kemunculan harimau sumatra

“Setiap minggu, anak-anak ini akan kami kumpulkan untuk mengikuti pembinaan. Pendamping dari Rehabilitasi Sosial Dinsos dan Program Keluarga Harapan (PKH) akan ikut mendampingi. Harapannya, mereka bisa tumbuh dengan lebih mandiri,” terang Lince.

Upaya Jangka Panjang Pemerintah

Dengan adanya pembinaan ini, Dinsos berharap mampu memutus rantai keberadaan gepeng di Rejang Lebong. Pemerintah daerah bertekad menciptakan lingkungan kota yang lebih tertib, aman, dan ramah bagi masyarakat.

“Langkah ini tidak hanya soal penertiban, tetapi juga menyangkut masa depan anak-anak. Kami ingin memberikan jalan keluar melalui pendidikan, pembinaan, dan dukungan keluarga, sehingga mereka tidak lagi bergantung pada cara hidup di jalanan,” pungkas Lince.

Skintific