MEDAN– Bencana alam beruntun melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) dalam sepekan terakhir. Data terbaru menunjukkan sebanyak 40 orang warga masih hilang di empat kabupaten berbeda. Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu untuk menemukan para korban di tengah medan yang sulit.
Sebaran Korban di Wilayah Terdampak
Keempat kabupaten yang mengalami dampak paling parah meliputi Karo, Deli Serdang, Tapanuli Selatan, dan Dairi. Longsor dan banjir bandang menjadi pemicu utama hilangnya puluhan warga tersebut. Material tanah yang tebal menimbun pemukiman penduduk sehingga menyulitkan proses pencarian manual.
Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat di lokasi-lokasi tersebut. Tim evakuasi membagi personel ke dalam beberapa sektor untuk mempercepat jangkauan pencarian. Mereka menggunakan alat berat dan anjing pelacak guna mendeteksi keberadaan para korban di bawah reruntuhan.
Kendala Pencarian di Lapangan
Baca juga:Dapur MBG Kedua Polres Rejang Lebong Diresmikan Kapolda
Cuaca buruk di Sumatera Utara masih menjadi tantangan besar bagi petugas penyelamat. Hujan deras seringkali memaksa tim SAR menghentikan sementara aktivitas pencarian karena risiko longsor susulan. Selain itu, akses jalan yang terputus menghambat distribusi logistik dan alat berat ke titik bencana.
“Kami memprioritaskan keselamatan personel sambil terus mencari warga yang hilang,” ujar kepala tim operasi SAR. Petugas juga mendirikan posko pengungsian untuk melayani ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal.
Langkah Pemerintah Provinsi
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengirimkan bantuan darurat berupa obat-obatan dan kebutuhan pokok. Gubernur Sumut meminta seluruh jajaran fokus pada upaya penyelamatan dan pemulihan infrastruktur dasar. Masyarakat diimbau untuk menjauhi area rawan longsor selama curah hujan masih tinggi.






