Bengkulu – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI), Steven, memberikan apresiasi atas upaya maksimal Pertamina dan seluruh stakeholder dalam menjaga suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax ke Bengkulu. Meski distribusi masih menghadapi hambatan akibat pendangkalan alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai, kebutuhan energi masyarakat dinilai tetap terpenuhi.
Apresiasi untuk Pertamina dan Stakeholder
Dalam keterangan pers yang disampaikan di Bengkulu, Rabu (10/9/2025), Steven menegaskan bahwa kelancaran distribusi Pertamax melalui SPBU dan Pertashop merupakan hasil kerja keras Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.
“Kami bersyukur suplai Pertamax ke Bengkulu berjalan lancar meskipun Pelabuhan Pulau Baai masih terkendala pendangkalan. Ini bukti kerja keras Pertamina, SPBU, dan Pertashop dalam menjaga kebutuhan energi masyarakat,” ujar Steven.
Baca Juga : Kementrans Salurkan Bantuan Rp 15,3 Miliar di Bengkulu
Ia juga mengapresiasi Pelindo, KSOP, Dinas Perhubungan, dan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang bersama-sama menjaga rantai pasok energi. “Sinergi ini menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antarinstansi demi kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.
Steven menilai Pertashop memiliki peran vital dalam distribusi energi, terutama di pedesaan yang jauh dari akses SPBU. Keberadaan Pertashop membuat masyarakat bisa mendapatkan BBM resmi dengan harga dan kualitas sama seperti di SPBU.
“Pertashop menyentuh pelosok desa, menjadi garda terdepan pelayanan energi. Banyak UMKM dan warga pedesaan yang bergantung pada Pertashop untuk menjalankan usaha maupun aktivitas sehari-hari,” jelasnya.
Dengan suplai Pertamax yang lancar, Steven berharap masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh BBM berkualitas.
Kendala Utama: Pendangkalan Alur Pelabuhan Pulau Baai
Meski pasokan relatif aman, Steven menegaskan bahwa pendangkalan alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai menjadi masalah krusial. Kapal tanker BBM hanya bisa masuk dengan kapasitas terbatas sehingga suplai belum optimal.
Menurutnya, pengerukan pelabuhan mendesak untuk mendukung distribusi BBM, logistik, hingga transportasi kapal penumpang menuju Pulau Enggano, salah satu pulau terluar Indonesia.
“Pelabuhan Pulau Baai adalah urat nadi perekonomian Bengkulu. Penyelesaian pengerukan tidak boleh ditunda karena menyangkut kebutuhan energi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Usulan Satgas Khusus Pemantauan
Steven mengusulkan agar Pemerintah Provinsi Bengkulu membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang melibatkan semua pihak terkait. Satgas ini bertugas memantau perkembangan kondisi pelabuhan serta memberikan informasi resmi kepada masyarakat.
“Dengan adanya Satgas, isu-isu tidak benar bisa segera diluruskan. Masyarakat akan lebih tenang karena mendapat informasi akurat tentang pasokan energi dan kondisi pelabuhan,” katanya.
Baca Juga : Menko AHY ke Bengkulu evaluasi penerapan Inpres Pulau Enggano
Distribusi Jalur Laut Lebih Efisien
Selain itu, Steven menekankan pentingnya jalur laut sebagai pilihan distribusi utama BBM ke Bengkulu. Menurutnya, jalur laut lebih efisien dibanding jalur darat karena kapasitas angkut besar dan biaya lebih efektif.
“Optimalisasi jalur laut akan membuat suplai Pertamax lebih stabil dan berkelanjutan. Ini juga akan menopang pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Harapan ke Depan
HPMPI berharap pengerukan alur pelayaran Pulau Baai segera terealisasi agar distribusi energi dan komoditas semakin lancar. Dengan begitu, masyarakat Bengkulu dapat merasakan manfaat langsung dari layanan kepelabuhanan yang lebih baik.
“Harapan kami, pengerukan dan peningkatan layanan di Pelabuhan Pulau Baai segera tuntas. Dengan demikian, distribusi BBM maupun komoditas lain tetap terjaga, ekonomi daerah semakin bergerak, dan masyarakat Bengkulu merasakan manfaat nyata,” pungkas Steven.






